Salin Print
Mawardi Tombang
Success is a mindset, it is not a journey or destination (sukses adalah cara berpikir atau bersikap, bukan perjalanan maupun tujuan.

Reuni 212 Di Mata PKI

Mawardi Tombang
Jumat, 7 Desember 2018 21:04:38
Ramon Damora

Oleh: Ramon Damora

Pers Kekinian Indonesia. Berikutnya cukup disingkat PKI -- akronim dengan alasan semata-semata praktis, bukan komunis, walau yang komunis biasanya suka praktis-praktis.

PKI adalah jurnalisme yang mendurhakai sejarah Pers Indonesia dalam menyikapi peristiwa maha-epik Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas yang baru lalu.

Berdepan dengan 212, PKI lebih memilih posisi nyamannya sebagai haram jadah. Piatu. Tak bernasab dengan dimensi kesejarahan Pers Indonesia manapun.

PKI bukan cucu-cicit ideologi Tirto Adhi Soeryo, misalnya, yang bersama Medan Prijaji (1907) tercatat sebagai media pertama di Nusantara yang 'membentuk/mengembangkan pendapat umum'.

Oleh sebab itu, meski 10 juta jiwa yang hadir menggelorakan aksi Reuni 212 telah cukup merepresentasikan konsepsi dasar sebuah pendapat umum, PKI takkan pernah memperlihatkan ketertarikan sama sekali.

Persetan defenisi Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999 bahwa pers adalah lembaga sosial. Mereka PKI kok. Istiqamah PKI. Sekali P?I tetap PKI. Nilai kemerdekaan pers yang diusungnya bukan pada memenuhi hak informasi publik.

Jadi jangan cemen mengadu domba mazhab ahistoris PKI dalam merespon Reuni 212 itu dengan kelompok-kelompok pemuja airmata martabat pers seperti PWI. Apa sih yang dimiliki PWI? Hari Pers Nasional? Konsideran Keppres No. 5 Tahun 1985? Bahwa pers nasional berutang pada sejarah, terhubung dengan proses pembangunan, pengamal Pancasila?

Betapa Pancasila-nya aksi Reuni 212, toh PKI cuma menepuk lalat di pipi. Padahal ada Tuhan Maha Esa di sana, kemanusiaan indah beradab, bersatu, penuh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, tumpah ruah saling mengisi bejana keadilan, PKI tetap tak peduli.

Ingat. PKI itu mainstream. Arus utama. Namanya juga arus utama. Buat apa berhulu-hilir ke sungai kepedihan orang banyak. Bagi PKI sejati, human communication adalah nonsense.

Sia-sia saja kau menagih, menggugat, tanggungjawab moral PKI untuk menyediakan kanal khusus dari arus utamanya untuk sekadar memperluas, memperjauh, memperlancar, memperdalam, jangkauan pesan-pesan besar interaksi antar manusia di pertemuan 212.

PKI punya timeline sendiri. PKI mencret ketawa guling-guling kalau kau bacakan sumpah Tuhan atas nama timeline-Nya dari Surat Al-Ashr. Benar, setiap insan itu merugi belaka. Termasuk insan pers. Kecuali insan pers yang punya iman di dadanya, berbuat baik, saling informasi-menginformasikan kabar yang haqq, bukan hoax, yang menjunjung tinggi kode etik kesabaran, verifikatif, bukan ujaran kebencian, provokatif. Benar.

Tapi itu kan benar kata kamu. Rugi menurutmu. Sesuai perspektif 212-mu. Silakan. PKI tak merasa rugi kok. Malah menang banyak. Tak percaya, silakan tanya Kekuasaan. Betul nggak, Kekuasaan? Tuh kan...Kekuasaan aja ora mikir. Njirrr.

Jakarta, 7 Desember 2018

*.
Ketua Departemen Seni Budaya
PWI Pusat

Terkait
Dasco Pasang Taruhan Jabatan, Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan
Dasco Pasang Taruhan Jabatan, Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan
Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Ka
Di Hadapan Ratusan Tokoh Perempuan, Syahrul Aidi Sebut
Syahrul Aidi Sosialisasi Empat Pilar di Hadapan Ratusan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad