Salin Print
Saidul Tombang
Saidul Tombang - Pemimpin Redaksi

Menjaga Aurat Bathin saat Puasa

Kanal Sumatera
Rabu, 15 Mei 2019 12:05:30

Sudah berapa lama kita berpuasa Ramadhan? Ada yang mungkin sudah 10 tahun. Tapi tak sedikit yang sudah di atas 50 tahun. Lalu, apakah janji Allah untuk menjadikan kita insan yang bertaqwa sudah terealisasi?

Itulah pertanyaan yang selalu sulit dijawab. Rata-rata kita sudah puasa puluhan tahun. Namun hikmah puasa nyaris tak bisa kita rasakan. Kita, seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, hanya mendapatkan kelaparan dan kehausan. Ketaqwaan? Jauuuhhh… Entah dimana letak ketaqwaan yang dijanjikan itu. Buktinya, kita masih banyak yang mengingkari perintah dan larangan Allah SWT.

Lalu, apa penyebab ketaqwaan itu tak kunjung kita dapati? Mungkin jawaban atas pertanyaan itu adalah pertanyaan lanjutan ini; memang kita berpuasa selama ini sudah sesuai dengan yang disyariatkan? Sesuai ketentuan? Apakah imsak atau menahan diri hanyalah menahahan dari makan, minum dan berhubungan badan suami istri?

Di dalam ajaran thariqat, dalam berpuasa kita memang disyariatkan menjaga aurat zhahir. Kita tidak diperkenankan untuk banyak hal. Mulut dilarang makan dan minum. Mata dilarang melihat yang tidak patut. Telinga tidak diperkenankan mendengar yang tidak baik. Langkah kaki dilarang menuju tempat yang tidak layak. Dua belah tangan forbidden meraih yang bukan haknya. Ini semuanya dinamakan menjaga diri dari aurat zhahir. Kita harus menjaga tubuh yang mampak ini dari sesuatu yang dilarang Allah SWT.

Tapi, lebih jauh dari itu, sesungguhnya kita tidak hanya dituntut untuk menjaga aurat zhahir. Karena, kalau yang dijaga hanya aurat zhahir, itu artinya kita hanya berhasil berpuasa secara syariat. Hanya melepas tanggung jawab. Hasilnya pun hanya sekadar gugur kewajiban. Tidak lebih dari itu. Hanya mendapatkan balasan atas lapar dan haus saja.

Nah, puasa kau sufi, mereka tidak hanya mempuasakan aurat zhahir saja. Mereka juga mempuasakan aurat bathiin. Mereka tidak hanya sebatas tidak makan, tidak minum, tidak jimak, atau yang semacamnya. Tapi mereka juga menjaga episentrum diri; yaitu hati. Di sentral tubuh inilah kita dituntut untuk berpuasa. Setiap insan harus mampu mengendalikan emosi, tidak menyimpan dendam, tidak tinggi hati, tidak berbangga, tidak dengki, dan segala sesuatu yang bisa merusak hatinya.

Hati adalah episentrum. Dialah sentral yang mengendalikan akal, nafsu, dan juga batang tubuh. Bila hati seseorang sudah tenang alias comfort, maka segala tindak tanduk akal, nafsu, dan batang tubuhnya akan bisa juga dia kendalikan. Tapi bila hatinya tidak tenang, maka itu akan tergambar pada akal, nafsu, dan tindak tanduk batang tubuhnya.

Terkait
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hukum
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Bera
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai