Salin Print
Saidul Tombang
Saidul Tombang - Pemimpin Redaksi

Mengenang Makkah sebagai Kota Maksiat

Saidul Tombang
Sabtu, 27 Juli 2019 06:02:54

Oleh Saidul Tombang

Mengapa kafir Quraisy enggan menerima nubuwat Muhammad dan tauhid yang dibawanya? Padahal, sebelumnya mereka selalu menjadikan Muhammad sebagai rujukan, penengah, dan suri teladan dari kaum milenial. Walau tidak dihormati secara kesukuan, tapi pribadi Muhammad memang mampu mengangkat citra pribadinya.

Kecintaan mereka kepada Muhammad baru pudar saat anak yatim piatu ini mendeklarasikan nubuwatnya pada usianya berkepala empat. Bukan hanya menolaknya, tapi juga menetapkan Muhammad sebagai public enemy kota Makkah.

Lalu, mengapa nubuwatnya ditolak? Apakah mereka gengsi harus tunduk di bawah anak yatim, atau memang karena qiyadah alias ketaatan mereka kepada Millatu Ibrahim yang mereka akui?

Banyak alasan yang mereka ajukan. Tapi sisi lain yang jarang terungkap adalah; it's about bussines. Ini soal duit. Singkatnya, nubuwat Muhammad ditakuti akan mengganggu duit masuk. Jadi; ini bukan soal religiusitas, tapi soal duit!

Bagaimana bisa?

Pada abad Ke-5 sampai 6, di saat dunia tengah berkembang di Persia, Eropa, dan Asia jauh, Makkah secara mandiri berkembang menjadi kota dan pusat perdagangan. Letaknya yang tak jauh dari Laut Merah dan terhubung dengan jalur darat ke berbagai empayar, menyebabkan Makkah cepat menjadi kota metropolitan. Memang tak ada kerajaan di sini. Pemimpinnya adalah konfederasi dari multikabilah. Suku Quraisy adalah yang paling disegani karena mereka juru kunci Ka'bah.

Bisnis terbesar saudagar Makkah adalah jasa pariwisata. Terutama wisata religi. Jualan utamanya adalah Ka'bah. Tapi bukan Ka'bah yang dulu lagi. Bukan Ka'bah yang hanif dan suci. Tapi Ka'bah yang sudah dipenuhi kemusyrikan dan kefasikan. Bayangkan, di dinding dan dalam Ka'bah tergantung lebih dari 100 berhala. Tiga berhala utama adalah Lata, Manata, Uzza. Sehingga saat itu dikenal sebagai masa jahiliyah.

Kepada setiap peziarah dijual tentang religiusitas ala Makkah. Tapi cerdiknya saudagar Makkah, mereka merendanya dengan pesta pora dan juda-judi. Maka saat itu faailitas duniawi melimpah. Pusat perjudian, prostitusi, mabuk-mabukan, dan lainnya. Dari sini juga berkembang bisnis hotel, restoran, transportasi, dan suvenir. Sehingga dengan fasilitas maksiat ini membuat peziarah berlama-lama dan berulang-kali datang ke sini.

Nah, bila Muhammad datang dengan ketauhidan bahwa hanya ada Allah yang disembah, maka mereka takut itu akan meruntuhkan bisnis religi mereka. Tak akan ada lagi peziarah. Artinya hotel, katering, pelacuran, minuman keras, restoran, dan lainnya akan tutup.

Seandainya mereka pandai meneroka, ternyata rezeki Makkah tidak tertukar karena nubuwat Muhammad. Bahkan rezeki Makkah semakin melimpah dan berlipat ganda. Buktinya, saat ini Makkah ternyata hidup dan kaya karena pariwisata religi juga. Karena peziarah juga. Bukankah setiap tahun Makkah diziarahi puluhan bahkan ratusan juta turis untuk melaksanakan haji dan umrah setiap tahunnya?

Makkah memang aneh. Inilah kota dengan destinasi wisata yang tidak menyenangkan mata, badan, dan pendengaran. Mereka hanya menjual masjid, kotak kubus Ka'bah, Hajar Aswad, dan tumpukan gunung batu yang gersang dengan panas membahang.

Tapi, inilah kuasa Allah. Iman yang dihidayahkan ke dada insan telah mengundang mereka untuk menziarahi Makkah. Dan kota kelahiran Nabi Muhammad ini selalu menjadi kota yang diberkahi sejak awal penciptaan langit dan bumi.***

Terkait
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantara 2026, 5 Agenda Diantaranya dari Riau
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantara 2026, 5 Agenda Diantaranya dari Riau
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur