Salin Print
Mawardi Tombang
Mawardi Tombang - Direktur dan Jurnalis
Success is a mindset, it is not a journey or destination (sukses adalah cara berpikir atau bersikap, bukan perjalanan maupun tujuan.

Eliezer's Justice

Mawardi Tombang
Minggu, 19 Februari 2023 07:49:46
Mawardi Tombang

Eliezer's Justice

Oleh: Mawardi Tombang

Masih belum kadaluarsa kita bicarakan vonis Eliezer dalam perspektif sosial. Kita beri nama Eliezers Justice.

Kasus Sambo ini menyita perhatian banyak pihak baik dalam dan luar negeri. Baik masyarakat biasa hingga petinggi negara dan komunitas-komunitas tertentu. Ada beberapa sudut pandang yang jadi perhatian publik. Salah satu sudut yang menarik kita bicarakan adalah bagaimana peran vital seorang Richard Eliezer dalam kasus ini. Sebuah peran yang memberi harapan bagi penegakan hukum yang adil di saat ini. Di saat distrust public terhadap penegakan hukum yang adil dan hopingfull.

Eliezer dalam kasus ini berperan sebagai masyarakat bawah dengan penuh tekanan. Abdi negara rendahan yang berharap ada sebuah harapan perubahan atas karir dan sebuah ketulusan pengabdian.

Eliezer seolah seperti Daud yang melawan Goliath. Goliath dengan badan yang kekar, bak raksasa yang semua orang takut terhadapnya. Sementara Daud hanyalah orang biasa yang lemah. Itulah Sambo dengan jejaringnya, yang terepresentasi sebagai Goliath dalam kasus besar ini.

Eliezer memutus mata rantai rapi atas sebuah skenario besar yang dirancang oleh Sambo cs. Eliezer mengacaukan permainan seorang sutradara yang selama ini rapi menyusun sebuah jalan cerita. Semua itu karena Eliezer sadar atas peran vitalnya dan dapat meluruskan kembali sistem penegakan hukum di Indonesia - Disamping juga berpeluang meringankan hukumannya.

Eliezer mengambil peran Justice Collaborator. Sebuah peran dengan resiko yang besar.

Gayung bersambut, Eliezer yang berani direspon positif oleh publik yang sudah lama merindukan sebuah keadilan yang substantif. Dukungan publik mengalir deras. Hakim dan jaksa membacanya dengan bijak. Alhasil, happy ending.

Kasus ini memberi harapan kepada kita bersama bahwa keadilan substantif itu masih tegak. Jika itu dijalankan dengan benar dan ada perhatian publik yang besar.

Publik meyakini, peran Eliezer dapat menjadi titik awal keinginan masyarakat kecil sebagai justice collaborator. Selama ini publik masih meragukan perlindungan kepada seorang JC. Baik dari kepastian hukum dan sosial. Banyak kasus yang kita lihat, salah satu pelaku dapat menjadid JC, tapi urung mereka ambil karena keraguan atas penegakan hukum yang tepat.

Umumnya mereka adalah 'orang bawah'.

Kasus Eliezer ini memberi harapan ke depannya atas keberanian 'orang bawah' ini untuk mengungkap sesuatu. Ada keadilan yang hadir kepada mereka yang punya niat baik mengungkap sebuah kejahatan yang tersusun rapi.

Selama ini 'orang bawah' tidak berani karena mereka selalu jadi korban atas sebuah skenario. Alih-alih jadi JC, malahan nasib apes yang di dapat. Akhirnya mereka diam, mendiamkan sebuah kejahatan yang berpotensi terulang kembali. Bukan tidak mungkin selama ini yang terjadi.

Tentu ada titik lemah pihak yang mengambil peran JC ini. JC jadi pintu mereka yang ingin keluar dari jerat hukum. Ibaratnya ingin menyelamatkan diri sendiri. Aparat harus cermat. Jangan sampai dalang yang selamat.

Dukungan publik bukan ke Eliezer saja saat ini. Namun juga kepada proses hukum di negara ini yang makin dipercaya. Distrust publik makin mereduksi. Ada besar harapan publik terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.

Kisah Eliezer ini akan menjadi kisah heroik bagi penegak hukum ke depannya. Akan jadi buah bibir. Dan kita sebut kisah ini dengan nama Eliezer Justice.

Terkait
BNN Bongkar Persenjataan Bandar Narkoba Kampung Bahari untuk Hadapi Aparat
BNN Bongkar Persenjataan Bandar Narkoba Kampung Bahari untuk Hadapi Aparat
KPK Periksa Plt Gubernur Riau hingga Anggota DPRD, Peny
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Lap
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Politik
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia
Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Ne
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung â€
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Musyawarah AHWA
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Musyawarah AHWA
Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Dis
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhi
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I